Begini Silaturahmi Kesehatan Yang Dilakukan Dokpol Polres Probolinggo

Tribratanews Polres Probolinggo – Polres Probolinggo melalui Dokter Kesehatan, melakukan silaturahmi ke Pengasuh Ponpes Nurul Qodim Kalikajar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Rabu (18/4).

Dokpol mendatangi kediaman KH Abdul Hasan atau KH Ubed untuk melakukan silaturahmi ke kalangan kyai dan pondok pesantren untuk makin mendekatkan diri dengan masyarakat.

Pada saat itu pula, KH Ubad panggilan akrab warga mengeluh nyeri dan radang tenggorokan. Sehingga, Dokpol langsung melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberika obat-obatan pada pengasuh tersebut.

Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad melalui Paurkes Aiptu Hendro mengatakan, kalau silaturahmi ini di lakukan sebagai bentuk menjaga sinergitas demi tercapainya daerah yang aman serta kondusif.

“Kegiatan ini untuk menyambung tali silaturahmi dengan pengasuh Ponpes di wilayah Hukum Polres Probolinggo,”jelas Aiptu Hendro.

Menurut Hendro, kalau silaturahmi kesehatan dengan mendatangi rumah pengasuh Pondok Pesantren bukan hanya di lakukan kali ini saja.

“Ini dilakukan secara bertahap dari Ponpes satu ke ponpes yang lainnya yang secara bergiliran,” pungkasnya.

Jelang Pilkada Damai 2018, Polres Probolinggo Gelar FGD

Tribratanews Polres Probolinggo – Untuk menangkal berita hoax di media sosial serta mewujudkan Pilkada Probolinggo tahun 2018 secara damai, Polres Probolinggo mengundang sejumlah elemen masyarakat dalam kegiatan Forum Grup Diskusi (FGD) yang digelar di Gedung Islamic Centre Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Senin (16/4).

Dengan tema “Mencegah Konflik Sosial Isu Sara, Ujaran Kebencian dan Berita HOAX Menuju Pilkada Damai 2018, Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad memimpin langsung jalannya FGD. Kegiatan dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Probolinggo, kapolsek jajaran Polres Probolinggo, Danramil, Camat se-Kabupaten Probolinggo, FKUB Kabupaten Probolinggo, MUI, Toga dan Tomas Kabupaten Probolinggo.

“FGD ini penting diadakan sebagai salah satu bentuk komitmen kita untuk mewujudkan Pilkada damai dan juga sebagai media mencerdaskan masyarakat agar kita bisa bijak dalam bermedia sosial,” ujar kapolres.

Dalam sambutannya, kapolres juga menyampaikan, selain bertujuan untuk cipta kondisi menjelang pilkada terkait beredarnya berbagai permasalahan masyarakat menjelang pilkada di kabupaten Probolinggo, diharapkan juga para petinggi wilayah untuk melaksanakan sinergitas dengan masyarakat agar tercipta sebuah suasana damai di masyarakat agar pilkada berjalan aman, lancar, dan terkendali.

“Dikarenakan adanya istilah polaritas terlegitimasi maka dikhawatirkan dapat terjadi konflik antara dua kubu yang terpolarisasi sehingga rentan akan adanya black champagne atau kampanye hitam,” imbuhnya.

Tak hanya itu, dibentuknya satgas nusantara, tujuannya sebagai agen cooling system di masyarakat untuk bersama-sama menyatukan persepsi dengan harapan tidak terjadinya gesekan di masyarakat.

Selain kapolres, dari MUI juga memberikan paparannya terkait berita Hoax tentang ajaran agama islam. Sedangkan Kasat Intelkam dan Kasat Reskrim memaparkan terkait undang-undang ITE dan apa saja kriteria ujaran kebencian yang dapat diproses hukum termasuk juga bagaimana polisi memproses hukum bagi mereka yang dilaporkan akibat melakukan ujaran kebencian.

62 Calon Anggota Polri di Probolinggo Tandatangani Pakta Integritas

Polres Probolinggo – Polres Probolinggo yang menjadi panitia seleksi penerimaan anggota Polri menggelar acara penandatanganan pakta integritas, pengambilan sumpah dan pengumuman rikmin awal dalam penerimaan terpadu anggota Polri Tahun 2018 meliputi Akpol, Bintara TI, Bintara Umum dan Tamtama, Jumat (13/4), di ruang eksekutif Parama Satwika mapolres. Kegiatan tersebut sebagai wujud komitmen dari Polres Probolinggo dalam akuntabilitas menjalankan tes calon anggota Polri.

Kapolres Pobolinggo AKBP Fadly Samad yang didampingi Kabag Sumda Kompol Sutantyo, mengatakan penandatanganan pakta integritas merupakan bentuk komitmen dari semua pihak baik panitia, pengawas eksternal dan internal, orang tua dan para peserta seleksi guna mewujudkan sumber daya manusia Polri (SDM POLRI) yang berkualitas, profesional, modern dan terpercaya.

“Prinsip clean and clear dalam perekrutan tidak bisa hanya dilakukan oleh pihak panitia seleksi saja, tetapi semua peserta seleksi dan keluarga peserta juga harus dilibatkan,” jelas kapolres dalam sambutannya.

Kapolres juga menegaskan agar para orang tua maupun peserta seleksi Polri tidak mudah percaya dengan adanya calo yang tidak bertanggung jawab untuk meminta biaya ataupun pungutan. “Jangan percaya begitu saja bila ada pihak-pihak yang menjanjikan bisa meluluskan putera-puterinya jadi anggota Polri dengan membayar sejumlah uang dengan dalih kenal atau dapat menghubungkan dengan panitia seleksi,” imbuhnya.

Sebelumnya, dari ratusan pendaftar di Kabupaten Probolinggo, yang sudah memenuhi syarat sebanyak 62 orang dengan rincian Akpol 6 orang, Bintara TI 1 orang, Bintara Umum 51 orang, dan Tamtama 4 orang. Mereka akan melanjutkan seleksi selanjutnya di tingkat Polda. Diharapkan dengan proses penerimaan calon anggota Polri ini nantinya mampu berjalan sesuai pakta integritas guna melahirkan Polri yang memiliki kinerja dan kredibilitas baik di tubuh Polri.

TNI-Polri di Probolinggo Perkuat Sinergitas Jelang Pilkada 2018 Dengan Olahraga Bersama

 

Polres Probolinggo – Dua institusi berseragam cokelat dan loreng di Probolinggo ini kembali menunjukkan keakraban dan kekompakannya dengan menggelar olahraga bersama menunjukkan sinergitas dan kerjasama, Jumat (13/4). Olahraga bersama yang digelar di halaman Makodim 0820 Probolinggo ini melibatkan anggota Polres Probolinggo, Polres Probolinggo Kota, dan Kodim 0820.

Diawali dengan jalan santai sekitar 3 km pukul 06.00 Wib, kemudian dilanjutkan dengan senam bersama dan pertandingan persahabatan seperti voli, futsal, dan tenis. Tak hanya itu, ada juga pembagian door prize dengan hadiah yang tak kalah menarik.

“Olahraga bersama ini digelar dalam rangka silaturahmi untuk meningkatkan sinergitas dan soliditas TNI-Polri jelang Pilkada. Selain itu menunjukkan jika di Probolinggo, antara TNI-Polri terjalin kerjasama dan bukan musuh,” ungkap Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad.

Dijelaskan, menghadapi pilkada yang rawan terjadi konflik antara masing-masing pendukung pasangan calon diperlukan kerjasama dan sinergitas antara TNI-Polri. Sehingga ketika harus berhadapan dengan gejolak tersebut maka anggota sudah siap dan lebih solid untuk mengamankan dan mensukseskan jalannya pilkada.

Periksa Senpi Anggota, Ini Arahan Kapolres Probolinggo

Polres Probolinggo – Guna melakukan pengawasan penggunaan senjata api (senpi) bagi anggota, Polres Probolinggo melakukan pemeriksaan dan kelengkapan administrasi usai apel pagi, Kamis (12/4). Pemeriksaan tersebut dipimpin Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad yang didampingi PJU dan Kasi Propam Iptu Sumarno.

Kapolres menyampaikan, tujuan dilaksanakan pemeriksaan senjata api ini sebagai bentuk pengawasan terhadap senpi dinas agar tidak disalahgunakan oleh anggota. “Pemeriksaan ini untuk pengawasan bagi anggota agar sesuai dengan aturan,” jelasnya.

Dikatakan, penggunaan senjata api oleh personel Polri ada aturannya. Seperti, anggota harus melalui tahapan ters psikologi yang diadakan setiap enam bulan sekali. Anggota yang sudah memegang senpi juga harus berpedoman dengan SOP (standar operasional prosedur) penggunaan senpi dinas yang berlaku. Sedangkan anggota yang sebelumnya sudah membawa senpi namun tidak lulus di tes psikologi selanjutnya maka akan ditarik kembali untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Diharapkan seluruh personel yang membawa senjata api agar dapat menggunakannya secara profesional dan selalu waspada dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Propam memeriksa berbagai jenis senpi dan kartu pinjam pakai senpi dinas. Selama pemeriksaan, tidak ditemukan pelanggaran, baik senjata yang rusak, kotor atau berkarat maupun kartu pinjam pakai senpi dinas yang sudah habis masa berlakunya.

Polisi Probolinggo Ikuti Penyuluhan Bahasa Indobesia

Polres Probolinggo – Balai Bahasa Jawa Timur menggelar penyuluhan Bahasa Indonesia untuk anggota Polri yang berlangsung di ruang Rupatama Parama Satwika Polres Probolinggo, Rabu (11/4/2018).

Badan publik adalah lembaga pemerintah dan/atau swasta yang berfungsi sebagai pelayan masyarakat dalam bentuk kebutuhan, baik informasi, jasa, bahkan tempat berkonsultasi. Wujud dari badan publik adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan badan lainnya yang sebagaian atau bahkan seluruh pendanaan kegiatannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), atau bahkan kedua-duanya. Kemudian organisasi nonpemerintah yang berfungsi sebagai pengayom masyarakat pada kondisi-kondisi tertentu, termasuk juga bagian dari badan publik.

Pembenahan kebahasaan terutama penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penulisan naskah dinas pada setiap instansi di Provinsi Bengkulu sangat perlu diperhatikan jika kita merujuk pada UU No.24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangssan. Ini menjadi sangat penting karena instansi publik adalah teladan dan teman masyarakat dalam memberikan pelayanan.

Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan selama tiga hari, yakni tanggal 11-13 April. Peserta penyuluhannya meliputi anggota Polres Probolinggo dan polsek jajaran. Sedangkan sebagai narasumber yang mewakili Kepala Badan Bahasa Jawa Timur yakni Yani Paryono.

Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad, dalam sambutannya menyampaikan, tujuan dari penyuluhan bahasa ini agar anggota dapat melayani masyarakat secara profesional serta sebagai penunjang kinerja sehari-hari. “Mari jadikan penyuluhan ini sebagai pembelajaran untuk penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar,” tuturnya.

Mudahnya Warga Kabupaten Probolinggo Tangkal Isu Penculikan

Di Kabupaten Probolinggo, Warga yang telah memasang aplikasi POLISI PROGRESIF BROMO PERKASA dapat merasakan manfaat aplikasi ini untuk menangkal isu penculikan anak yang menyebar di media sosial.

Jika ada yang sebar cerita ada anak di sebuah kecamatan diculik, Warga cukup buka aplikasi, pilih tombol LOKASI lalu pilih Kantor Polsek maka akan muncul pilihan Peta dan Telepon. Tinggal sentuh telepon dan pilih Polsek Kecamatan yang diceritakan si penyebar isu. Sentuh nomornya dan Warga langsung terhubung dan bisa tanya  kebenaran isu. MUDAH, GAMPANG sekali bukan? Ndak perlu repot2 cari nomor polsek lagi.. karena 21 Polsek semua nomornya ada di aplikasi ini.

Jadi? Selamat tinggal rasa panik.. Maaf, isu penculikan tidak laku di Probolinggo..

Buat yang belum pasang, segera ke Playstore Google dan pasang aplikasi Polisi  Bromo Perkasa ini. Silakan klik saja link dibawah ini